<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Arifwr&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://arifwr.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arifwr.wordpress.com</link>
	<description>Buat berbagi ....</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Jul 2009 17:21:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='arifwr.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Arifwr&#039;s Blog</title>
		<link>http://arifwr.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://arifwr.wordpress.com/osd.xml" title="Arifwr&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://arifwr.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Dampak Gagal Ginjal Akut Terhadap KDM</title>
		<link>http://arifwr.wordpress.com/2009/07/24/dampak-gagal-ginjal-akut-terhadap-kdm/</link>
		<comments>http://arifwr.wordpress.com/2009/07/24/dampak-gagal-ginjal-akut-terhadap-kdm/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 17:14:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifwr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Patofisiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[gagal ginjal akut]]></category>
		<category><![CDATA[kdm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifwr.wordpress.com/2009/07/24/dampak-gagal-ginjal-akut-terhadap-kdm/</guid>
		<description><![CDATA[A. PENGERTIAN Gagal Ginjal Akut merupakan klinis akibat kerusakan metabolitik patologik pada ginjal yang ditandai dengan penurunan fungsi yang nyata dan cepat serta terjadinya azotemia. Gagal ginjal akut biasanya disertai oliguria tetapi oliguria tidak merupakan gejala klinis, secara klinis istilah nerksosis tubulous akut sering dipakai. B. SEBAB-SEBAB GAGAL GINJAL AKUT 1. Prarenal (gagal ginjal sirkulatorik) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=157&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. PENGERTIAN</p>
<p>Gagal Ginjal Akut merupakan klinis akibat kerusakan metabolitik patologik pada ginjal yang ditandai dengan penurunan fungsi yang nyata dan cepat serta terjadinya azotemia. Gagal ginjal akut biasanya disertai oliguria tetapi oliguria tidak merupakan gejala klinis, secara klinis istilah nerksosis tubulous akut sering dipakai.</p>
<p>B. SEBAB-SEBAB GAGAL GINJAL AKUT</p>
<p>1. Prarenal (gagal ginjal sirkulatorik)</p>
<p>a. Hipovelemia (perdarahan terutama post partum, abrupsio palsenta, lula bakar, kehilangan melalui saluran cerna seperti pada pankreatitis atau gastyroentertitis, pemakaian divretik berlebihan).<br />
b. Terkumpulnya cairan intravaskuler (syok septik, anafilaksis, cedera remuk).<br />
c. Penurunan curah jantung (gagal jantung, infark miokardium, tamponade jantung, emboli paru).<br />
d. Peningkatan resistensi pembuluh darah ginjal (pembedahan, anastesia, sindrom hepatorenal).<br />
e. Obstruksi pembuluh darah ginjal bilateral (emboli, trombosis).</p>
<p>2. Posternal (uropati obstruktif akut)</p>
<p>a. Obstruksi pada muara kandung kemih (hipertropi prostat, karsinoma).<br />
b. Obstruksi ureter bilateral (kalkuli, bekuan darah, tumor, fibrosis, retriperitoneal, trauma pembedahan, papilitis nekritikans).<br />
c. Obstruksi duktus pengumpul ginjal (asam urat, sulfa)</p>
<p>3. Ginjal (gagal ginjal intrinsik)</p>
<p>a. Iskemia (semua keadaan prarenal, syok pasca bedah).<br />
b. Nefrotoksin, pelarut organik (karbon tetraklorida).<br />
c. Logam berat (merkuri biklorida, arsen, timbale, uranium).<br />
d. Antibiotik (metiisilin, aminoglikosida, tetrasiklin, ampoperisin, sefalosporin, sulfanonamide, fenitoin, fenilbutazon).</p>
<p>4. Penyakit Ginjal Glumerulo Vaskular</p>
<p>a. Glomerulonegritis pasca strptokok akut.<br />
b. Glomeruloneftritis progressif cepat.<br />
c. Hiper maligna.<br />
5. Netritis interstisial akut (infeksi yang berat, induksi obat)<br />
6. Keadaan akut pada gagal ginjal kronik yang berkaitan dengan kekurangan garam air, muntah, diare, infeksi.</p>
<p>C. PATOFISOLOGI GAGAL GINJAL</p>
<p>Penurunan aliran darah ke ginjal dan GFR yaitu disebabkan oleh :<br />
1. Obstruksi tubulus.<br />
2. Kebocoran cairan tubulus.<br />
3. Penurunan permeabilitas glomerulus.<br />
4. Disfungsi vasomotor<br />
5. Umpan balik tubuloglomerulus.</p>
<p>Obstruksi tubulus mengakibatkan deskuamasi dari sel-sel tubulus yang nekrotik dan materi protein lainnya yang kemudian membentuk silinder-silinder dan menyumbat lumen tubulus. Pembekakan selular akibat iskemia awal, juga ikut menyokong terjadinya obstruksi dan memperberat iskemia. Tekanan intratubulus meningkat, sehinga tekanan filtrasi glomerulus menuru. Obstruksi tubulus dapat merupakan faktor penting pada gagal ginjal akut yang disebabkan oleh logam berat atau iskemia berkepanjangan.<br />
Hipotesis kebocoran tubulus menyatakan bahwa filtrasi glomerulus terus berlangsung normal tetapi cairan tubulus bocor keluar dari lumen sel-sel tubulus yang rusak dan masuk ke dalam sirkulasi peritubular. Kerusakan membrana basalis dapat terlihat pada Nekrotik Tubular Akut (NTA) yang berat, yang merupakan dasar anatomik dari mekanisme ini.</p>
<p>Sindrom NTA menyatakan adanya abnormalitas dari tubulus ginjal, keadaan-keadaan tertentu sel-sel endotel kapiler glomerulus dan sel-sel membrana basalis mengalami perubahan yang mengakibatkan menurunya permeabilitas luas permukaan filtrasi. Akibatnya ada penurunan ultaviltrasi glomerulus.</p>
<p>Aliran darah ginjal total (RBF) dapat berkungan sampai 30% dari normal pada GGA oliguria. Tingkat RBF ini dpaat diserta GFR yang cukup besar. Pada kenyataannya, RBF pada gagal ginjal kronik sering sama rendahnya atau bahkan lebih rendah dibandingkan dengan bentuk akut, tetapi fungsi ginjal masih memadai atau berkurang. Selain itu bukti-bukti percobaan menunjukkan bahwa RBF harus kurang dari 5% sebelum terjadi kerusakan parenkim ginjal. Dengan demikian hipofertusi ginjal saja tidak bertanggungjawab terhadap besar penurunan GFR dan lesi-lesi tubulus yang ditemukan pada GGA. Meskipun demikian, terdapat bukti-bukti perubahan yang nyata pada distribusi intrarenal aliran darah dari korteks ke medula selama hipotensi akut atau hipotensi yang berkepanjangan.</p>
<p>Hal ini dapat dilihat kembali bahwa pada normal kira-kira 90% darah diditribusikan di korteks (tempat dimana terdapat glomeruli) dan 10% menuju ke medula. Dengan demikian ginjal dapat memekatkan kemih dan menjalankan fungsinya. Sebaliknya pada gagal ginjal akut perbandingan antara distribusi korteks dan medula ginjal menjadi terbalik, sehingga terjadi iskemia relatif pada korteks ginjal. Kontriksi dari arteriol aferen merupakan dasar vakular dari penurunan GFR yang nyata. Iskemia ginjal akan mengaktifasi sistem renin angiotensin dan memperberat iskemia korteks setelah hilangnya rangsangan awal. Kadar renin tertinggi ditemukan pada korteks luar ginjal, tempat dimana iskemia paling berat terjadi selama berlangsungnya GGA pada hewan maupun manusia.</p>
<p>Pada keadaan normal hipoksia ginjal merangsang mensintesis dan PGE dan PGA (vasodilator yang kuat), sehingga aliran darah ginjal diredistribusi ke korteks yang mengakibatkan diuresis. Agaknya iskemia akut yang berat atau berkepanjangan dapat menghambatkan ginjal untuk mensisteisi prostaglandin. Penghambat prostaglandin seperti aspirin diketahui dapat menurunkan RBF pada orang normal dan dapat menyebabkan NTA.</p>
<p>Teori tubuloglomerulus menganggap bahwa kerusakan primer terjadi pada tubulus proksimal. Tubulus proksimal yang menjadi rusak akibat iskemia atau nefrotoksin, gagal untuk menyerap jumlah normal natrium yang terfiltrasi dan air. Akibatnya, makula densa mendeteksi adanya peningkatan produksi renin dari sel-sel jukstaglomerulus. Terjadi aktivasi angiotensin II yang menyebabkan vasokonstriksi arteriol aferen, mengakibatkan penurunan aliran darah ginjal dan GFR.</p>
<p>Kejadian awal umunya akibat gangguan iskemia dan nefrotoksin yang merusak tubulus atau glomeruli atau menurunkan aliran darah ginjal. Gagal ginjal akut kemudian menetap melalui beberapa mekanisme yang dapat ada atau tidak dan merupakan akibat cedera awal. Efek merugikan dari perfusi ginjal pada fungsi ginjal sangat jelas. Karena aliran darah ginjal dalam jumlah yang besar dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi normal ginjal, maka perubahan komposisi urine terjadi lebih dini bila perfusi ginjal menurun. Bila aliran darah ginjal sangat terganggu sebagai akibat baik penurunan volume darah efektif, turunya curah jantung atau penurunan tekanan darah di bawah 80 mmHg terjadi perubahan karakteristik yang jelas terjadi pada fungsi ginjal. Kapasitas untuk otoregulasi sempurna terampau. Laju filtrasi glomerulus (CFG) menurun. Jumlah cairan tubuler menurun, dan cairan mengalir.</p>
<p>D. DAMPAK TERHADAP KDM</p>
<p><img src="http://arifwr.files.wordpress.com/2009/07/pathway-gga.jpg?w=546&#038;h=613" alt="Pathway GGA" title="Pathway GGA" width="546" height="613" class="aligncenter size-full wp-image-156" /></p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>Syilvia A. Price and Lorraine M. Wilson, PATOFISIOLOGI Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Edisi 4, Penerbit Buku Kedokteran EGC 1995.</p>
<p>Hudak and Gallo, Keperawatan Kritis Pendekatan Holistik Volume 1 Edisi VII, Penerbit Buku Kedokteran EGC 1997.</p>
<p>Sufa Chasani, Prof, Dr. dr. SpPd, Dasar-dasar Patofisiologi, Penerbit Akademi Keperawatan Muhammadiyah Semarang 1998.</p>
<p>Doenges E. Marilynn dkk, Rencana Asuhan Keperawatan, Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien, Penerbit Buku kedokteran EGC 2000</p>
<br />Posted in Patofisiologi, Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifwr.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifwr.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifwr.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifwr.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifwr.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifwr.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifwr.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifwr.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifwr.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifwr.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifwr.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifwr.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifwr.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifwr.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=157&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifwr.wordpress.com/2009/07/24/dampak-gagal-ginjal-akut-terhadap-kdm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be9429413663083fd665d7f2d28d34cf?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifwr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arifwr.files.wordpress.com/2009/07/pathway-gga.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pathway GGA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Data Envelopment Analysis (DEA) di Bidang Kesehatan</title>
		<link>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/11/data-envelopment-analysis-dea-di-bidang-kesehatan/</link>
		<comments>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/11/data-envelopment-analysis-dea-di-bidang-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 04:15:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifwr</dc:creator>
				<category><![CDATA[DSS]]></category>
		<category><![CDATA[analisis]]></category>
		<category><![CDATA[dea]]></category>
		<category><![CDATA[efisien]]></category>
		<category><![CDATA[input]]></category>
		<category><![CDATA[output]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifwr.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[DEA (data envelopment analysis) merupakan sebuah alat untuk menggabungkan data input dan output untuk selanjutnya dianalisis guna melihat efisiensi dengan melihat level input yang berbeda-beda. Dampaknya adalah memberikan analisis yang lebih baik, tidak hanya dilihat dari output saja, tetapi juga mempertimbangkan input yang berbeda-beda. Penilaian seperti ini mendekati prinsip keadilan dibandingkan dengan membandingkan output dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=145&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DEA (data envelopment analysis) merupakan sebuah alat untuk menggabungkan data input dan output untuk selanjutnya dianalisis guna melihat efisiensi dengan melihat level input yang berbeda-beda. Dampaknya adalah memberikan analisis yang lebih baik, tidak hanya dilihat dari output saja, tetapi juga mempertimbangkan input yang berbeda-beda. Penilaian seperti ini mendekati prinsip keadilan dibandingkan dengan membandingkan output dengan standar tertentu.</p>
<p>Penilaian seperti ini dapat digunakan untuk melihat kinerja organisasi  (benchmarking kinerja), melihat bagaimana organisasi tersebut dapat menggunakan input secara efisien untuk menghasilkan output yang optimal, bisa digunakan untuk melihat multipel input dan multipel output tanpa perlu penjelasan eksplisit terhadap hubungan diantara input dan output tersebut. Disamping itu dapat juga dilihat untuk melihat faktor input yang paling berpengaruh terhadap output, begitu juga sebaliknya.</p>
<p>Aplikasi DEA di bidang kesehatan cukup luas, misalnya dapat digunakan untuk menilai efisiensi puskesmas atau rumah sakit dalam melaksanakan pelayanan kesehatan masyarakat. Lebih lanjut aplikasi DEA dalam menilai kinerja puskesmas di suatu kabupaten/kota. Contohnya suatu dinas kesehatan kabupaten/kota mempunyai 15 puskesmas, kemudian 15 puskesmas tersebut dibandingkan. Pada tahap awal dinas kesehatan menentukan jenis input dan output yang akan dibandingkan, misalnya bila inputnya jumlah dana bantuan yang diberikan dinas kesehatan maka outputnya adalah kemampuan puskesmas untuk menyediakan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan. Dalam hal ini, DEA dapat digunakan untuk membandingkan efisiensi pada suatu puskesmas dengan puskesmas yang lain. </p>
<p>Lebih jauh lagi, DEA dapat digunakan untuk menentukan sebuah keputusan/kebijakan. Misalnya setelah dilakukan penilaian terhadap 5 rumah sakit ternyata didapatkan ada 2 rumah sakit yang  tidak efisien. Maka DEA dapat dipakai untuk mempertimbangkan input apa yang perlu ditambahkan atau output apa yang harus diubah.</p>
<p>. </p>
<br />Posted in DSS  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifwr.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifwr.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifwr.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifwr.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifwr.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifwr.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifwr.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifwr.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifwr.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifwr.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifwr.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifwr.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifwr.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifwr.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=145&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/11/data-envelopment-analysis-dea-di-bidang-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be9429413663083fd665d7f2d28d34cf?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifwr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tantangan Integrasi Data Dalam SIMPUS</title>
		<link>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/tantangan-integrasi-data-dalam-simpus/</link>
		<comments>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/tantangan-integrasi-data-dalam-simpus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 23:26:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifwr</dc:creator>
				<category><![CDATA[SIMPUS]]></category>
		<category><![CDATA[data]]></category>
		<category><![CDATA[integrasi]]></category>
		<category><![CDATA[isu]]></category>
		<category><![CDATA[sikda]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifwr.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Kedudukan SIMPUS Dalam SIKNAS Puskesmas merupakan salah satu institusi pemerintah yang memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di suatu wilayah tertentu. Lingkup pelayanan yang begitu luas, tentunya berpotensi menimbulkan permasalahan yang kompleks sehingga keberadaan system informasi yang akurat dan handal mutlak diperlukan. Sistem informasi diperlukan untuk mengumpulkan, mencatat, mengelola, menyimpan dan memanfaatkan data untuk menyelesaikan masalah-masalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=140&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kedudukan SIMPUS Dalam SIKNAS</strong></p>
<p>Puskesmas merupakan  salah satu institusi pemerintah yang memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di suatu wilayah tertentu. Lingkup pelayanan yang begitu luas, tentunya berpotensi menimbulkan permasalahan yang kompleks sehingga keberadaan system informasi yang akurat dan handal mutlak diperlukan. Sistem informasi diperlukan untuk mengumpulkan, mencatat, mengelola, menyimpan dan memanfaatkan data untuk menyelesaikan masalah-masalah kesehatan masyarakat. Namun banyaknya variabel di puskemas turut menentukan kecepatan arus informasi yang dibutuhkan oleh pengguna di lingkungan puskesmas.</p>
<p>Saat  ini pengumpulan data di puskesmas sebagian besar masih dikerjakan secara manual, dengan melakukan pencatatan pada buku-buku registrasi dan mengisi beberapa jenis formulir. Metode ini tidak efisien dari sisi waktu dan tenaga karena seringkali terjadi pengulangan pekerjaan yang sama untuk beberapa formulir yang berbeda. Masih sedikit puskesmas yang menggunakan komputer untuk mengolah data, apalagi memanfaatkan data bagi kepentingan kepentingan pengambilan keputusan. </p>
<p>Sebenarnya sebagian besar puskesmas telah memiliki komputer, namun penggunaannya dalam sistem informasi puskesmas belum optimal, lebih banyak berperan sebagai mesin ketik. Disamping itu keterbatasan kemampuan dalam menggunakan komputer juga menjadi hambatan dalam komputerisasi sistem informasi puskesmas.</p>
<p>Kepmenkes No. 511 Tahun 2002 tentang Strategi Pengembangan SIKNAS di Era Otonomi Daerah menegaskan bahwa sasaran pengembangan SIKNAS pada akhir tahun 2009 adalah telah tersedia dan dimanfaatkan data dan informasi kesehatan yang akurat, tepat dan cepat untuk pengambilan keputusan/kebijakan bidang kesehatan di kabupaten/kota, provinsi dan depkes dengan mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi. Indikatornya adalah terintegrasinya data dan informasi  dari kabupaten/kota ke dinas kesehatan provinsi dan depkes.</p>
<p>Data dan informasi yang terintegrasi di kabupaten/kota berasal dari puskesmas yang diolah dengan system pencatatan dan pelaporan puskesmas atau SIMPUS sehingga kualitas data dan informasi di puskesmas menjadi sangat penting kedudukannya dalam pengambilan keputusan di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan tingkat nasional. Data dan informasi yang tersedia diharapkan dapat berperan sebagai health intelligence. </p>
<p>Data dan informasi yang digunakan sebagai health intelligence sangat bermanfaat dalam mengkritisi sebuah keputusan, membuat panduan dalam pengambilan keputusan, membuat interpretasi sebuah fenomena secara detail dan mendalam serta sebagai alert dan reminder untuk masalah-masalah kesehatan potensial.</p>
<p>SIMPUS (Sistem Informasi Manajemen Puskesmas) adalah suatu perangkat lunak yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.  SIMPUS berfungsi melayani pengolahan data , profil dari pasien, membantu mencari data untuk pelaporan dan juga mendukung berbagai keputusan di puskesmas.</p>
<p>Data dan informasi yang diintergrasikan dalam SIKDA kabupaten/kota berasal dari SIMPUS, selanjutnya SIKDA kabupaten/kota merupakan subsistem dari SIKDA provinsi, SIKDA provinsi merupakan subsistem dari SIKNAS sehingga antara SIMPUS, SIKDA kabupaten/kota, SIKDA provinsi dan SIKNAS merupakan sebuah keterkaitan administrasi yang saling mendukung untuk menghasilkan data dan informasi yang terintegrasi dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan/kebijakan kesehatan.</p>
<p><strong>Beberapa Isu Aktual Dalam Pengembangan SIMPUS </strong></p>
<p>Pengembangan SIMPUS di beberapa daerah masih banyak menemui hambatan. Ada beberapa isu aktual terkait dengan integrasi data, yaitu :</p>
<p>1.	Data yang tersedia belum terintegrasi dan sulit memperoleh data yang bermutu dan terkini.<br />
Integrasi data dan informasi dari berbagai unit pelayanan yang ada di puskesmas baik pelayanan intra gedung maupun ekstra gedung belum dapat dilakukan sepenuhnya karena berbagai keterbatasan. Data dan informasi dari puskesmas pembantu dan puskesmas keliling belum dapat diintegrasikan dengan cepat dan tepat waktu. Integritas data yang tersedia secara real time merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas data. </p>
<p>Disamping itu proses entry data juga sangat berpengaruh terhadap kualitas data. Petugas entry data di puskesmas biasanya adalah staf yang juga bertugas dalam pelayanan sehingga terjadi rangkap pekerjaan. Apabila jumlah pasien sedikit, entry data dapat dilakukan dengan segera, tetapi apabila jumlah pasien cukup banyak maka proses entry data masih dirasakan merepotkan.</p>
<p>Kedua faktor di atas sangat berpengaruh terhadap kualitas data dan informasi yang dihasilkan. Data dan informasi perlu tersedia dengan segera, cepat dan tepat waktu agar dapat dimanfaatkan secara optimal. </p>
<p>2.	Pemanfaatan data belum optimal.<br />
Data dan informasi yang tersedia sebenarnya masih dapat digunakan untuk tujuan yang lebih luas sesuai dengan peran data dan informasi sebagai health intelligence, misalnya melihat sebaran penyakit berdasarkan peta dan waktu, reminder untuk pemeriksaan kehamilan dan imunisasi balita, pengenalan terhadap potensi KLB, kenaikan pangkat bagi pegawai dan masih banyak aplikasi yang dapat digunakan berdasarkan data dan informasi yang tersedia.</p>
<p>3.	Keterbatasan SDM.<br />
Aspek SDM merupakan aspek penting yang sangat menentukan perkembangan SIMPUS, juga terhadap kualitas data yang dihasilkan. Pengembangan SIMPUS seringkali dihadapkan kepada keterbatasan SDM berupa keterbatasan pemahaman staf terhadap teknologi komputer dan system informasi, tidak adanya staf yang mempunyai latar belakang pendidikan komputer dan tidak ada staf khusus untuk entry data. Keterbatasan SDM juga akan sangat mempengaruhi kualitas data yang dihasilkan SIMPUS.</p>
<p>Proses pengolahan data SIMPUS memerlukan SDM yang mempunyai kapabilitas memadai terkait dengan system informasi mulai dari tahap pengumpulan data, pengiriman data, pengolahan data dan analisis data. Idealnya pengembangan system informasi memerlukan operator komputer, ahli jaringan, pengelola database, programmer, analis sistem dan IT Project Manager. Namun perlu dipertimbangkan juga penempatan tenaga-tenaga tersebut, siapa yang ditempatkan di puskesmas dan siapa yang cukup ditempatkan di dinas kesehatan.</p>
<p><strong><br />
Tantangan Dalam Integrasi Data SIMPUS </strong></p>
<p>Integrasi data dan informasi  di SIKDA kabupaten/kota sangat penting agar data dan informasi dapat dimanfaatkan secara optimal bagi pengambilan keputusan. Integrasi data ini mensyaratkan bahwa data dan informasi yang dikumpulkan dari puskesmas yang berada di wilayahnya merupakan data yang baik kualitasnya serta merupakan data yang terintegrasi dari seluruh unit pelayanan yang ada di puskesmas.</p>
<p>SIMPUS terdiri dari beberapa modul. Modul-modul  tersebut berada pada beberapa ruangan yang berbeda. Secara teknis membutuhkan jaringan antar komputer.   Data yang terkumpul disimpan dalam sebuah server. </p>
<p>Perlu dipikirkan juga pengumpulan data dari unit-unit pelayanan ekstra gedung, seperti dari puskesmas pembantu, puskesmas keliling, juga dari klinik swasta. Aplikasi SMS atau komunikasi secara online melalui internet barangkali bisa menjadi sebuah opsi yang baik. Terkait rencana pemerintah untuk menerapkan wide area network (wireless fidelity/wifi dengan jangkauan yang lebih luas) maka ini juga bisa menjadi pertimbangan untuk digunakan sebagai jaringan penghubung dari berbagai unit pelayanan ekstra gedung dan klinik-klinik swasta.</p>
<p>Tentunya agar data dapat diintegrasikan secara berkesinambungan maka diperlukan kualitas jaringan yang baik dan hal ini membutuhkan perbaikan serta pemeliharaan yang terus menerus. Pemeliharaan ini tidak hanya ditujukan bagi jaringan tetapi juga bagi seluruh hardware yang diperlukan serta software yang dipakai. Pemeliharaan dan memerlukan petugas yang kompeten.</p>
<p> Idealnya untuk membangun dan memelihara system informasi diperlukan operator komputer, ahli jaringan, pengelola database, programmer, analis sistem dan IT Project Manager. Seiring dengan tahapan perkembangan SIMPUS maka peran dari masing-masing ahli akan bertambah dan berkurang secara bergantian. Keterbatasan SDM yang mempunyai latar belakang pendidikan teknologi informasi menuntut pihak manajemen puskesmas mempersiapkan petugas puskesmas untuk memahami teknologi dan system informasi yang digunakan.</p>
<p>Integrasi data dan informasi di puskesmas dimulai dengan proses entry data yang cepat dan akurat. Kecepatan dan akurasi entry data sangat tergantung kepada petugas. Petugas entry data di puskesmas adalah staf yang juga bertugas dalam pelayanan sehingga terjadi rangkap pekerjaan. Apabila jumlah pasien sedikit, entry data dapat dilakukan dengan segera,  tetapi apabila jumlah pasien cukup banyak maka proses entry data masih dirasakan merepotkan. Pekerjaan entry data yang tertunda berpotensi mengurangi kelengkapan data dan terkumpulnya data secara real time. Dampaknya adalah integrasi data tidak dapat dilakukan dengan segera.<br />
Setelah data terkumpul, maka data harus diolah agar menjadi informasi dan selanjutnya dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Pengolahan data memerlukan akses ke dalam database sehingga diperlukan interface bagi pihak manajemen yang memperlihatkan seluruh data yang terkumpul untuk diolah dan digunakan dalam pengambilan keputusan.</p>
<br />Posted in SIMPUS  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifwr.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifwr.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifwr.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifwr.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifwr.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifwr.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifwr.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifwr.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifwr.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifwr.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifwr.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifwr.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifwr.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifwr.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=140&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/tantangan-integrasi-data-dalam-simpus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be9429413663083fd665d7f2d28d34cf?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifwr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Otot</title>
		<link>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/otot/</link>
		<comments>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/otot/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 23:08:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifwr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anatomi]]></category>
		<category><![CDATA[muskulo]]></category>
		<category><![CDATA[otot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifwr.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Otot Kerangka Otot merupakan suatu organ/alat yang memungkinkan tubuh dapat bergerak. Ini adalah suatu sifat penting bagi organisme. Gerak sel terjadi karena sitoplasma mengubah bentuk (lihat cara pergerakan amuba). Pada sel-sel, sitoplasma ini merupakan benang-benang halus yang panjang disebut miofibril. Kalau sel otot mendapat rangsangan maka miofibril akan memendek. Dengan kata lain sel otot akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=138&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Otot Kerangka</strong></p>
<p>Otot merupakan suatu organ/alat yang memungkinkan tubuh dapat bergerak. Ini adalah suatu sifat penting bagi organisme. Gerak sel terjadi karena sitoplasma mengubah bentuk (lihat cara pergerakan amuba). Pada sel-sel, sitoplasma ini merupakan benang-benang halus yang panjang disebut miofibril. Kalau sel otot mendapat rangsangan maka miofibril akan memendek. Dengan kata lain sel otot akan memendekkan dirinya ke arah tertentu (berkontraksi).</p>
<p><strong>Jenis Otot</strong></p>
<p>1.	Otot motoritas, disebut juga otot serat lintang oleh karena di dalamnya protoplasma mempunyai garis-garis melintang. Pada umumnya otot ini melekat pada kerangka sehingga disebut juga otot kerangka. Otot ini dapat bergerak menurut kemauan kita (otot sadar), pergerakannya cepat tetapi lekas lelah, rangsangan dialirkan melalui saraf motoris.</p>
<p>2.	Otot otonom, disebut juga otot polos karena protoplasmanya licin tidak mempunyai garis-garis melintang. Otot-otot ini terdapat di alat-alat dalam seperti ventrikulus, usus, kandung kemih, pembuluh darah dan lain-lain, dapat bekerja di luar kemauan kita (otot tak sadar) oleh karena rangsangannya melalui saraf otonom.</p>
<p>3.	Otot jantung, bentuknya menyerupai otot serat lintang di dalam sel protoplsmanya terdapat serabut-serabut melintang yang bercabang-cabang tetapi kalau kita melihat fungsinya seperti otot polos, dapat bergerak sendiri secara otomatis oleh karena ia mendapat rangsangan dari susunan otonom. Otot semacam ini hanya terdapat pada jantung yang mempunyai fungsi tersendiri.</p>
<p>Sebagian besar otot tubuh ini melekat pada kerangka, dapat bergerak secara aktif sehingga dapat menggerakkan bagian-bagian kerangka dalam suatu letak yang tertentu. Jadi Otot kerangka merupakan sebuah alat yang menguasai gerak aktif dan memelihara sikap tubuh. Dalam keadaan istriahat, keadaannya tidak kendur sama sekali, tetapi mempunyai ketegangan sedikit yang disebut tonus. Ini pada masing-masing orang berlainan bergantung pada umur, jenis kelamin, dan keadaan tubuh.</p>
<p><strong>Bagian-bagian dari otot yaitu :</strong><br />
1.	Kepala otot (muskulus kaput)<br />
2.	Empal otot (muskulus venter)<br />
3.	Ekor otot (muskulus kaudal)</p>
<p>Kepala dan ekor otot merupakan jaringan ikat yang kuat disebut tendo, yaitu tempat melekatnya otot pada tulang. Tempat melekatnya kepala otot pada pangkal tulang disebut origo, dan tempat melekatnya ekor otot dinamakan insersi. Di bagain tengah bentuknya gembung terdiri dari berkas-berkas otot yang merupakan bagian aktif dalam berkontraksi yaitu muskulus venter.</p>
<p><strong>Kontraksi Otot</strong></p>
<p>Otot dapat mengadakan kontraksi dengan cepat, apabila ia mendapat rangsangan dari luar berupa rangsangan arus listrik, rangsangan mekanis panas, dingin dan lain-lain. Dalam keadaan sehari-hari otot ini bekerja atau berkontraksi menurut pengaruh atau perintah yang datang dari susunan saraf mototris.</p>
<p>Selaput pembungkus. Tiap otot dikelilingi oleh jaringan yang merupakan selaput pembungkus yang disebut perimisum/fasia. Fasia ini selain sebagai pembungkus otot juga berfungsi:<br />
1.	Menahan dan melindungi otot supaya otot tetap pada tempatnya<br />
2.	Tempat asal/origo dari beberapa otot<br />
3.	Tempat letaknya pembuluh darah dan saraf untuk jaringan otot</p>
<p>Di antara urat otot dan tulang terdapat kandung lendir yang disebut juga mukosa bursa yang di dalamnya berisi lendir yang berguna untuk melicinkan urat tersebut terhadap pergeseran dengan tulang. Di samping itu juga memudahkan gerak otot terhadap kedudukan tulang.</p>
<p>Retikulum, adalah bagian yang padat dari fasia dalam dan mengikat tendo, yang berjalan melalui pergelangan mata kaki dan pergelangan tangan.</p>
<p>Diafragma,  struktur muskulus tendonium yang memisahkan rongga toraks dengan rongga abdomen dan membentuk lantai dari rongga toraks atau rongga abdomen. Diafragma, muncul dari vertebra lumbalis melalui dua ruang kurvautra dari permukaan dalam prosesus xifoid dan permukaan dalam dari 6 pasang iga terbawah.</p>
<p><strong>Macam-macam otot</strong></p>
<p>1.	Menurut bentuk dan serabutnya, meliputi otot serabut sejajar atau bentuk kumparan, otot bentuk kipas, otot bersirip dan otot melingkar/sfingter</p>
<p>2.	Menurut jumlah kepalanya, meliputi otot berkepala dua, otot berkepala tiga/triseps dan otot berkepala empat/quadriseps</p>
<p>3.	Menurut pekerjaannya, meliputi:<br />
a.	Otot sinergis, otot bekerja bersama-sama<br />
b.	Otot antagonis, yaitu otot yang bekerjanya berlawanan<br />
c.	Otot abduktor, yaitu otot yang menggerakkan anggota menjauhi tubuh<br />
d.	Otot abduktor, yaitu otot yang menggerakkan anggota mendekati tubuh<br />
e.	Otot fleksor, yaitu otot yang membengkokkan sendi tulang atau melipat sendi<br />
f.	Otot ekstensor, otot yang meluruskan kembali sendi tulang kedudukan semula<br />
g.	Otot pronator, ketika ulna dan radial dalam keadaan sejajar<br />
h.	Otot suponator, ulna dan radial dalam keadaan menyilang<br />
i.	Endorotasi, memutar ke dalam<br />
j.	Eksorotasi, memutar ke luar<br />
k.	Dilatasi, memanjangkan otot<br />
l.	Kontraksi, memendekkan otot</p>
<p>4.	Menurut letaknya otot-otot tubuh dibagi dalam beberapa golongan yaitu:<br />
a.	Otot bagian kepala<br />
b.	Otot bagian leher<br />
c.	Otot bagian dada<br />
d.	Otot bagian perut<br />
e.	Otot bagain punggung<br />
f.	Otot bahu dan lengan<br />
g.	Otot panggul<br />
h.	Otot anggota gerak bawah</p>
<p><strong><br />
Otot Kerangka Tubuh</strong></p>
<p><strong>Otot Kepala</strong></p>
<p>Otot bagian ini dibagi menjadi 5 bagian:</p>
<p>1.	Otot pundak kepala, funsinya sebagian kecil membentuk gales aponeurotika disebut juga muskulus oksipitifrontalis, dibagi menajdi 2 baigan:<br />
a.	Muskulus frontalis, funsinya mengerutkan dahi dan menarik dahi mata<br />
b.	Oksipitalis terletak di bagian belakang, fungsinya menarik kulit ke belakang</p>
<p>2.	Otot wajah terbagi atas:<br />
a.	Otot mata (muskulus rektus okuli) dan otot bola mata sebanyak 4 buah<br />
b.	Muskulus oblikus okuli/otot bola mata sebanyak 2 buah, fungsinya memutar mata<br />
c.	Muskulus orbikularis okuli/otot lingkar mata terdapat di sekliling mata, funsinya sebagai penutup mata atau otot sfingter mata<br />
d.	Muskulus levator palpebra superior terdapat pada kelopak mata. Fungsinya menarik, mengangkat kelopak mata atas pada waktu membuka mata</p>
<p>3.	Otot mulut bibir dan pipi, terbagi atas:<br />
a.	Muskulus triangularis dan muskulus orbikularis oris/otot sudut mulut, fungsinya menarik sudut mulut ke bawah<br />
b.	Muskulus quadratus labii superior, otot bibir atas mempunyai origo penggir lekuk mata menuju bibir atas dan hidung<br />
c.	Muskulus quadratus labii inferior, terdapat pada dagu merupakan kelanjutan pada otot leher. Fungsinya menarik bibir ke bawah atau membentuk mimik muka ke bawah<br />
d.	Muskulus buksinator, membentuk dinding samping rongga mulut. Origo pada taju mandibula dan insersi muskulus orbikularis oris. Fungsinya untuk menahan makanan waktu mengunyah.<br />
e.	Muskulus zigomatikus/otot pipi, fungsinya untuk mengangkat dagu mulut ke atas waktu senyum.</p>
<p>4.	Otot pengunyah/otot yang bekerja waktu mengunyah, teerbagi atas:<br />
a.	Muskulus maseter, fungsinya mengangkat rahang bawah pada waktu mulut terbuka<br />
b.	Muskulus temporalis fungsinya menarik rahang bawah ke atas dan ke belakang<br />
c.	Muskulus pterigoid internus dan eksternus, fungsinya menarik rahang bawah ke depan</p>
<p>5.	Otot lidah sangat berguna dalam membantu pancaindra untuk menunyah, terbagi atas:<br />
a.	Muskulus genioglosus, fungsinya mendorong lidah ke depan<br />
b.	Muskulus stiloglosus, fungsinya menarik lidah ke atas dan ke belakang<br />
<strong><br />
Otot Leher</strong><br />
Bagian otot ini dibagi menjadi 3 bagian:</p>
<p>1.	Muskulus platisma, terdapat di samping leher menutupi sampai bagian dada. Fungsinya menekan mandibula, menarik bibir ke bawah dan mengerutkan kulit bibir.</p>
<p>2.	Muskulus sternokleidomastoid di samping kiri kanan leher ada suatu tendo sangat kuat. Fungsinya menarik kepala ke samping, ke kiri, dan ke kanan, memutar kepala dan kalau keduanya bekerja sama merupakan fleksi kepala ke depan disamping itu sebagai alat bantu pernapasan..</p>
<p>3.	Muskulus longisimus kapitis, terdiri dari splenius dan semispinalis kapitis. Ketiga otot ini terdapat di belakang leher, terbentang dari belakang kepala ke prosesus spinalis korakoid. Fungsinya untuk menarik kepala belakang dan menggelengkan kepala.</p>
<p><strong>Otot Bahu</strong><br />
Otot bahu hanya meliputi sebuah sendi saja dan membungkus tulang pangkal lengan dan tulang belikat akromion yang teraba dari luar.</p>
<p>1.	M. deltoid (otot segitiga), otot ini membentuk lengkung bahu dan berpangkal di bagian sisi tulang selangka ujung bahu, balung tulang belikat dan diafise tulang pangkal lengan. Di antara otot ini dan taju besar tulang pangkal lengan terdapat kandung lendir. Fungsinya mengangkat lengan sampai mendatar.</p>
<p>2.	M. subskapularis (otot depan tulang belikat) Otot ini mulai dari bagian depan tulang belikat, menuju taju kecil tulang pangkal lengan, di bawah uratnya terdapat kandung lendir. Fungsinya menengahkan dan memutar tulang humerus ke dalam.</p>
<p>3.	M. supraspinatus (otot atas balung tualang belikat). Otot ini berpangkal di lekuk sebelah atas menuju ke taju besar tulang pangkal lengan. Fungsinya mengangkat lengan.</p>
<p>4.	M. infraspinatus (otot bawah balung tulang belikat). Otot ini berpangkal di lekuk sebelah bawah balung tulang belikat dan menuju ke taju besar tulang pangkal lengan. Fungsinya memutar lengan ke luar.</p>
<p>5.	M. teres mayor (ototo lengan bulat besar). Otot ini berpangkal di siku bawah tulang belikat dan menuju ke taju kecil tulang pangkal lengan. Di antara otot lengan bulat kecil dan otot lengan bulat besar terdapat kepala yang panjang dari muskulus triseps brakii. Fungsinya bisa memutar lengan ke dalam.</p>
<p>6.	M. teres minor (otot lengan belikat kecil). Otot ini berpangakal di siku sebelah luar tulang belikat dan menuju ke taju besar tulang ke pangkal lengan. Fungsinya memutar lengan ke luar.</p>
<p><strong>Otot Dada</strong><br />
Terdiri atas:</p>
<p>1.	Otot dada besar (muskulus pektoralis mayor). Pangkalnya terdapat di ujung tengah selangka, tulang dada dan rawan iga. Fungsinya dapat memutar lengan ke dalam dan menengahkan lengan, menarik lengan melalui dada, merapatkan lengan ke dalam.</p>
<p>2.	Otot dada kecil (muskulus pektoralis minor). Terdapat di bawah otot dada besar, berpangkal di iga III, IV dan V menuju ke prosesus korakoid. Fungsinya menaikkan tulang belikat dan menekan bahu.</p>
<p>3.	Otot bawah selangka (muskulus subklavikula). Terdapat di antara tulang selangka dan ujung iga I, bagian dada atas sebelah bawah os klavikula. Fungsinya menetapkan tulang selangka di sendi sebelah tulang dada dan menekan sendi bahu ke bawah dan ke depan.</p>
<p>4.	Otot gergaji depan(muskulus seratus anterior). Berpangkal di iga I sampai IX dan menuju ke sisi tengah tulang belikat, tetapi yang terbanyak menuju ke bawah.</p>
<p>5.	Otot dada sejati yaitu otot-otot sela iga luar dan otot-otot sela iga dalam. Fungsinya mengangkat dan menurunkan iga waktu bernapas. Otot dada bagian dalam disebut juga otot dada sejati, yaitu otot dada yang membantu pernapasan terdiri dari:<br />
-	Muskulus interkostalis eksternal dan internal terdapat di antara tulang-tulang iga. Fungsinya mengangkat dan menurunkan tulang iga ke atas dan ke bawah pada waktu bernapas.<br />
-	Muskulus diaragmatikus, merupakan alat istimewa yang di tengahnya mempunayi aponeurosis yang disebut sentrum tendineum. Bentuknya melengkung ke atas mengahadap ke rongga toraks, mempunyai lobang tempat lalu aorta vena kava dan esofagus. Fungsinya menjadi batas antara rongga dada dan rongga perut. Kontraksi dan relaksinya memperkecil serta memperbesar rongga dada waktu bernapas.<br />
<strong><br />
Otot Perut</strong><br />
Terdiri atas:</p>
<p>1.	Muskulus abdominis internal (dinding perut). Garis di tengah dinding perut dinamakan linea alba, otot sebelah luar (muskulus abdominis eksternal). Otot yang tebal dinamakan aponeurosis, membentuk  kandung otot yang terdapat di sebelah kiri dan kanan linea itu.</p>
<p>2.	Lapisan sebelah luar sekali dibentuk otot miring luar (muskulus obliqus eskternus abdominis). Berpangkal pada igaV sampai iga yang bawah sekali. Serabut ototnya yang sebelah belakang menuju ke tepi tulang panggul (kristailiaka). Serabut yang depan menuju linea alba. Serabut yang tengah membentuk ikat yang terbentang dari spina iliaka anterior superior ke simfisis.</p>
<p>3.	Lapisan kedua di bawah otot dibentuk oleh otot perut dalam(M. obliqus internus abdominis). Serabut miring menuju ke atas dan ke tengah. Aponeurosis terbagi 2 dan ikut membentuk kandung otot perut lurus sebelah depan dan belakang muskulus rektus abdominis, otot perut lurus mulai dari pedang rawan iga III di bawah dan menuju ke simfisi. Otot ini mempunyai 4 buah urat melintang.</p>
<p>4.	Muskulus transversus abdominis, merupakan xifoid menuju artikule ke kosta III terus ke simfisis. Otot ini membentuk 4 buah urat yang bentuknya melintang dibungkus oleh muskulus rektus abdominis dan otot vagina.</p>
<p>Otot yang masuk ke dalam formasi bagian bawah dinding perut atau dinding abdominal posterior :</p>
<p>1.	Muskulus psoas, terletak di belakang diafragma bagain bawah mediastinum, berhubungan dengan quadratus lumborum di dalamnya terdapt arteri, vena dan kelenjar limfe</p>
<p>2.	Muskulus iliakus terdapat pada sisi tulang ilium, sebelah belakang berfungsi menopang sekum, dan sebelah depan menyentuh kolon desendens</p>
<p><strong>Otot Punggung</strong><br />
Otot punggung (bagian belakang tubuh), otot ini dibagi menjadi 3 bagian:</p>
<p>a.	Otot yang ikut menggerakkan lengan<br />
1.	Trapezius (otot kerudung). Terdapat di semua ruas-ruas tulang punggung. Berpangkal di tulang kepala belakang. Fungsinya: mengangkat dan menarik sendi bahu. Bagian atas menarik skapula ke bagian medial dan yang bawah menarik ke bagian lateral.<br />
2.	Muskulus latisimus dorsi (otot pungung lebar), berpangkal pada ruas tulang punggung yang kelima dari bawah fasia lumboid, tepi tulang punggung dan iga III di bawah, gunanya menutupi ketiak bagian belakang, menengahkan dan memutar tulang pangkal lengan ke dalam.<br />
3.	Muskulus rumboid (otot belah ketupat), berpangkal dari taju duri, dari tulang leher V, ruas tulang punggung V, di sisni menuju ke pinggir tengah tulang belikat. Gunanya menggerakkan tulang belikat ke atas dan ke tengah.</p>
<p>b.	Otot antara ruas tulang belakang dan iga<br />
Otot yang bekerja menggerakkan tulang iga atau otot bantu pernapasan, terdir dari dua otot yaitu:<br />
1.	Muskulus seratus posterior inferior (otot gergaji belakang bawah). Terletak di bawah otot pungung lebar, berpangkal di fasia lumbodorsalis dan menuju ke iga V dari bawah. Gunanya menarik tulang iga ke bawah pada waktu bernapas.<br />
2.	Muskulus seratus posterior superior, terletak di bawah otot belah ketupat dan berpangkal di ruas tulang leher keenam dan ketujuh dari ruas tulang punggung yang kedua. Gunanya menarik tulang iga ke atas waktu inspirasi.</p>
<p>c.	Otot punggung sejati<br />
1.	Muskulus interspinalis transversi dan muskulus semispinalis, terdapat di antara kiri-kanan prosesus transversus dan prosesus spina. Fungsinya untuk sikap dan pergerakan tulang belakang.<br />
2.	Muskulus sakrospinalis (muskulus eraktor spina) terletak di samping ruas tulang belakang kiri dan kanan.  Fungsinya memelihara dan menjaga kedudukan kolumna vertebra dan pergerakan dari ruas tulang belakang<br />
3.	Mukulus quadratus lumborum, terletak antara krista iliaka dan os kosta, terdiri dari 2 lapisan; fleksi dari vertebra lumbalis dan di samping itu juga merupakan dinding bagian belakang rongga perut.</p>
<p>Otot pangkal lengan atas<br />
a.	Otot-otot ketul (fleksor):<br />
1.	Muskulus biseps braki (otot lengan berkepala 2). Otot ini meliputi 2 buah sendi dan mempunyai 2 buah kepala (kaput). Kepala yang panjang melekat di dalam sendi bahu, kepala yang pendek melekatnya di sebelah luar dan yang kedua di sebelah dalam. Otot itu ke bawah menuju ke tulang pengumpil. Di bawah uratnya terdapat kandung lendir. Fungsinya membengkokkan lengan bawah siku, meratakan hasta dan mengangkat lengan.<br />
2.	Muskulus brakialis (otot lengan dalam). Otot ini berpangkal di bawah otot segitiga di tulang pangkal lengan dan menuju taju di pangkal tulang hasta. Fungsinya membengkokkan lengan bawah siku.<br />
3.	Muskulus korakobrakialis. Otot ni berpangkal di prosesus korakoid dan menju ke tulang pangkal lengan. Fungsinya mengangkat lengan.</p>
<p>b.	Otot-otot kedang (ekstensor):<br />
Muskulus triseps braki (otot lengan berkepala 3)<br />
1.	Kepala luar berpangkal di sebelah belakang tulang pangkal lengan dan menuju ke bawah kemudian bersatu dengan yang lain.<br />
2.	Kepala dalam dimulai di sebelah dalam tulang pangkal lengan.<br />
3.	Kepala panjang dimulai pada tulang di bawah sendi dan ketiganya mempunyai sebuah urat yang melekat di olekrani</p>
<p>Otot lengan bawah<br />
1.	Otot-otot kedang yang memainkan peranannya dalam pengetulan di atas sendi siku, sendi-sendi tangan, sendi-sendi jari, dan sebagian dalam terak silang hasta:<br />
a.	Muskulus ekstensor karpi radialis longus<br />
b.	Muskulus ekstensor karpi radiais brevis<br />
c.	Muskulus ekstensor karpi ulnaris. Ketiga otot ini fungsinya sebagai ekstensi lengan (menggerakkan lengan)<br />
d.	Digitonum karpi radialis, fungsinya ekstensi jari tangan kecuali ibu jari<br />
e.	Muskulus ekstensor policis longus, fungsinya ekstensi ibu jari</p>
<p>2.	Otot-otot ketul yang mengedangkan siku dan tangan serta ibu jari dan meratakan hasta tangan. Otot-otot ini berkumpul sebagai berikut.<br />
a.	Otot-otot di sebelah tapak tangan. Otot-otot ini ada 4 lapis. Lapis yang ke-2 di sebelah luar berpangkal di tulang pangkal lengan. Di dalam lapis yang pertama terdapat otot-otot yang meliputi sendi siku, sendi antara hasta dan tulang pengumpil sendi di pergelangan. Fungsinya dapat membengkokkan jari tangan. Lapis ke-4 ialah otot-otot untuk sendi-sendi antara tulang hasta dan tulang pengumpil. Di antara otot-otot ini disebut:<br />
-	Otot silang hasta bulat (muskulus pronator teres). Fungsinya dapat mengerjakan silang hasta dan membengkokkan lengan bawah siku<br />
-	Otot-otot ketul untuk tangan dan jari tangan: muskulus palmaris ulnaris, berfungsi mengetulkan lengan; muskulus palmaris longus; muskulus fleksor karpi radialis, muskulus fleksor digitor sublimis, fungsinya fleksi jari kedua dan kelingking; muskulus fleksor digitorum profundus, fungsinya fleksi jari 1,2,3,4; muskulus fleksor poicis longus, fungsinya fleksi ibu jari<br />
-	Otot yang bekerja memutar radialis (pronator dan supinator) terdiri dari: muskulus pronator teres equadratus, fungsinya pronasi tangan; muskulus spinator brevis, fungsinya supinasi tangan<br />
b.	Otot-otot di sebelah tulang pengumpil, berfungsi membengkokkan lengan di siku, membengkokkan tangan ke arah tulang pengumpil atau tulang hasta.<br />
c.	Otot-otot di sebelah punggung atas, disebut otot kedang jari bersama yang meluruskan jari tangan. Otot yang lain meluruskan ibu jari (telunjuk). Otot-otot lengan bawah mempunyai urat yang panjang di bagaian bawah di dekat pergelangan dan di tangan. Urat-urat tersebut mempunyai kandung urat.</p>
<p><strong>Otot-otot tangan</strong></p>
<p>Di tangan terdapat otot-otot tangan pendek terdapat diantara tulang-tulang tapak tangan atau membantu ibu jantung tangan (thener) dan anak jantung tangan(hipothener).</p>
<p><strong>Otot-otot sekitar panggul</strong></p>
<p>Otot ini berasal dari tulang panggul atau kolumna vertebralis menuju ke pangkal paha.<br />
1.	Sebelah depan bagian dalam dari panggul terdapat:<br />
a.	Muskulus psoas mayor, terbentang dari prosesus transversi lumbalis menuju trokanter minor dan iliakus<br />
b.	Muskulus iliakus, berasal dari fosa iliaka menuju trokanter minor<br />
c.	Muskulus psoas minor, yang terletak di muka  psoas mayor. Ketiga otot ini disebut juga otot iliopsoas, fungsinya mengangkat dan memutar tungkai ke bagian luar</p>
<p>2.	Sebelah belakang bagian luar terdapat:<br />
a.	Muskulus gluteus maksmius merupakan otot yang terbesar yang terdapat di sebelah luar panggul membentuk bokong. Fungsinya, antagonis dari iliopsoas yaitu rotasi fleksi dan endorotasi femur.<br />
b.	Muskulus gluteus medius dan minimus. Fungsinya, abduksi dan endoratasi dari femur dan bagian medius eksorotasi femur.<br />
<strong><br />
Otot-otot tungkai atas</strong><br />
Otot tungkai atas (otot pada paha), mempunyai selaput pembungkus yang sangat kuat dan disebut fasia lata yang dibagi atas 3 golongan yaitu:<br />
1.	Otot abduktor terdiri dari:<br />
a.	Muskulus abduktor maldanus sebelah dalam<br />
b.	Muskulus adduktor brevis  sebelah tengah<br />
c.	Muskulus abduktor longus sebelah luar<br />
Ketiga otot ini menjadi satu yang disebut muskulus abduktor femoralis. Fungsinya menyelenggarkan gerakan abduksi dari femur.</p>
<p>2.	Muskulus ekstensor (quadriseps femoris) otot berkepala empat. Otot ini merupakan otot yang terbesar terdiri dari:<br />
1.	Muskulus rektus femoris<br />
2.	Muskulus vastus lateralis eksternal<br />
3.	Muskulus vastus medialis internal<br />
4.	Muskulus vastus intermedial<br />
5.	Otot fleksor femoris, yang terdapat di bagian belakang paha terdiri dari:<br />
a.	Biseps femoris, otot berkepala dua. Fungsinya membengkokkan paha dan meluruskan tungkai bawah.<br />
b.	Muskulus semi membranosus, otot seperti selaput. Fungsinya membengkokkan tungkai bawah.<br />
c.	Muskulus semi tendinosus, otot seprti urat. Fungsinya membengkokkan urat bawah serta memutarkan ke dalam.<br />
d.	Muskulus sartorius, otot penjahit. Bentuknya panjang seperti pita, terdapat di bagain paha. Fungsi: eksorotasi femur memutar ke luar pada waktu lutut mengetul, serta membantu gerakan fleksi femur dan membengkokkan ke luar.</p>
<p><strong>Otot tungkai bawah</strong><br />
Terdiri dari:<br />
1.	Otot tulang kering depan muskulus tibialis anterior. Fungsinya mengangkat pinggir kaki sebelah tengah dan membengkokkan kaki.<br />
2.	Muskulus ekstensor talangus longus. Fungsinya meluruskan jari telunjuk ke tengah jari, jari manis dan kelingking kaki.<br />
3.	Otot kedang jempol, fungsinya dapat meluruskan ibu jari kaki. Urat-urat tersebut dipaut oleh ikat melintang dan ikat silang sehingga otot itu bisa membengkokkan kaki ke atas. Otot-otot yang terdapat di belakang mata kaki luar dipaut oleh ikat silang dan ikat melintang. Fungsinya dapat mengangkat kaki sebelah luar.<br />
4.	Urat akiles (tendo achlilles). Fungsinya meluruskan kaki di sendi tumit dan membengkokkan tungkai bawah lutut (muskulus popliteus). Yang:<br />
a.	Berpangkal pada kondilus tulang kering.<br />
b.	Melintang dan melekat di kondilus lateralis tulang paha. Fungsinya memutar fibia ke dalam (endorotasi). Otot ketul jari (muskulus fleksor falangus longus). Berpangkal pada tulang kering dan uratnya menuju telapak kaki dan melekat pada ruas jari kaki. Fungsinya membengkokkan jari dan menggerakkan kaki ke dalam<br />
5.	Otot ketul empu kaki panjang (muskulus falangus longus). Berpangkal pada betis, uratnya melewati tulang jadi dan melekat pada ruas empu jari. Fungsinya membengkokkan empu kaki.<br />
6.	Otot tulang betis belakang (muskulus tibialis posterior). Berpangkal pada selaput antara tulang dan melekat pada pangkal tulang kaki. Fungsinya dapat membengkokkan kaki di sendi tumit dan telapak kaki di sebelah ke dalam.<br />
7.	Otot kedang jari bersama. Letaknya di punggung kaki, fungsinya dapat meluruskan jari kaki (muskulus ekstensor falangus 1-5).</p>
<p>Otot-otot yang lain antara lain:<br />
a.	Otot ketul<br />
b.	Otot penengah empu kaki, telapak di telapak kaki<br />
c.	Otot penepsi, terletak di sebelah punggung kaki. Aponeurosis plantaris, tapak kaki yang ditutupi oleh selaput</p>
<p>(belum dilengkapi gambar)</p>
<br />Posted in Anatomi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifwr.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifwr.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifwr.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifwr.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifwr.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifwr.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifwr.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifwr.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifwr.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifwr.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifwr.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifwr.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifwr.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifwr.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=138&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/otot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be9429413663083fd665d7f2d28d34cf?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifwr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mekanisme Cedera Sel Akibat Iskemia</title>
		<link>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/mekanisme-cedera-sel-akibat-iskemia/</link>
		<comments>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/mekanisme-cedera-sel-akibat-iskemia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 22:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifwr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Patofisiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifwr.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Utis Sutisna Iskemia adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan suplai oksigen terhadap suatu jaringan atau organ tertentu, iskemia pada suatu organ menyebabkan terjadinya hipoksia pada sel-selnya, karena sel mengalami pengurangan suplai oksigen menyebabkan metababolise di dalam sel mengalami penurunan. Akibatnya terjadi penurunan produksi ATP sebagai sumber energi terhadap berbagai aktifitas sel, termasuk didalammya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=135&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Utis Sutisna</p>
<p>Iskemia adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan suplai oksigen terhadap suatu jaringan atau organ tertentu, iskemia pada suatu organ menyebabkan terjadinya hipoksia pada sel-selnya, karena sel mengalami pengurangan suplai oksigen menyebabkan metababolise di dalam sel mengalami penurunan. </p>
<p>Akibatnya terjadi penurunan produksi ATP sebagai sumber energi terhadap berbagai aktifitas sel, termasuk didalammya adalah penurunan energi untuk aktifitas transport aktif. transport aktif menggerakan pompa natrium memompa natrium dari intrasel ke luar sel, karena adanya penurunan sumber energi untuk menggerakan pompa natrium maka  terjadi kelebihan ion natrium di dalam sel. Sebagai dampak kelebihan ion natrium intraselular  ini terjadi pemindahan air dari ekstrasel ke dalam intrasel sehingga terjadilah penumpukan cairan dalam sel/ oedem sel (pembengkakan seluler). Pada kondisi ini sitoplasma secara mikroskopik akan tampak pucat.</p>
<p>Apablia kondisi berlangsung terus menerus organela-organela dapat mengalami pembengkakan pula. Kalau penyebeb keadaan ini segera teratasi maka sel akan berangsur kepada fungsi dan struktur semula, akan tetapi kalau faktor penyebabnya tidak hilang dan terus menerus (persisten) terjadi kondisi yang kekurangan oksigen maka bisa terjadi penurunan fungsi mitokondria dan organela lain seperti Retikulo Endoplasma yang mensintesa protein dan lipid untuk regenerasi membran sel, akibatnya membran sel bisa mengalami kebocoran dan isi sitoplasma keluar dari sel maka dapat terjadi kematian sel.</p>
<br />Posted in Patofisiologi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifwr.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifwr.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifwr.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifwr.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifwr.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifwr.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifwr.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifwr.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifwr.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifwr.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifwr.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifwr.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifwr.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifwr.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=135&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/mekanisme-cedera-sel-akibat-iskemia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be9429413663083fd665d7f2d28d34cf?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifwr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Respon Imun Non Spesifik</title>
		<link>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/respon-imun-non-spesifik/</link>
		<comments>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/respon-imun-non-spesifik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 22:49:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifwr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifwr.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Trimar Handayani Kekebalan tubuh non spesifik merupakan respon alamiah dari tubuh yang berfungsi melindungi tubuh dari antigen baik dari lingkungan ekterna maupun interna. Ada 3 macam yaitu Fisik ( kulit, mukosa, batuk, diare, bersin ); Bahan larut / biokimia { Ph keringat dan vagina, HCL dilambung, lisozim ( keringat,air mata dll ), laktoferin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=133&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Trimar Handayani</p>
<p>Kekebalan tubuh non spesifik merupakan respon alamiah dari tubuh yang berfungsi melindungi tubuh dari antigen baik dari lingkungan ekterna maupun interna. Ada 3 macam yaitu Fisik ( kulit, mukosa, batuk, diare, bersin ); Bahan larut / biokimia { Ph keringat dan vagina, HCL dilambung, lisozim ( keringat,air mata dll ), laktoferin ( Asi, serum, spermin ) };Selular ( fagosit, makrofag, natural killer.</p>
<p>Ketika kuman atau bakteri masuk kedalam tubuh maka terjadi proses rekognisi dimana antigen itu dicoba dikenali ( self or non self ) sebelum bereaksi, biasanya dengan menggunakan limfosit. Setelah itu terjadi proses proliferasi dimana limfosit yang beredar mengirimkan pesan ke nodus limfatik untuk mensensitisasi limfosit tubuh menjadi limfosit T / limfosit B. Kemudian baru terjadi respon baik itu humoral dan selular. </p>
<p>Dalam sistem imun non spesifik, terjadi respon selular yang kemudian mengaktifkan sistem fagosit ( granulosit dan makrofag ). Semua granulosit ( Neutrofil, eosinofil, basofil ) mengandung enzim mieleperoksidase yang membantu membunuh bakteri yang masuk bersama makanan.</p>
<p>Bila bakteri menyerang tubuh, sumsum tulang dirangsang untuk menghasilkan dan mengeluarkan neutrofil dalam jumlah besar. Ketika memasuki jaringan neutropil sudah merupakan sel-sel yang matang. Sewaktu mendekati partikel yang akan difagositosis, sel-sel neutrofil mula-mula melekat pada reseptor yang terdapat pada partikel itu kemudian menonjolkan pseudopodia kesemua jurusan disekeliling partikel tersebut dan pseudopodia itu akan saling bertemu satu sama lain pada sisi yang berlawanan dan akan bergabung sehingga terjadi ruang tertutup yang berisi partikel-pertikel yang sudah difagositosis. Kemudian ruang ini akan berinvaginasi kedalam rongga sitoplasma dan akan melepaskan diri dari bagian luar membran sel membentuk gelembung fagositik ( Vesikel fagositik ) yang mengapung dengan bebas disebut sebagai fagosome dalam sitoplasma.</p>
<p>Selanjutnya akan terjadi proses pencernaan enzimatik pada partikel yang telah terfagositosit tadi yang dilakukan oleh lisosom. Lisosom akan bersentuhan dengan vesikel fagositik dan membrannya menjadi satu dengan gelembung tadi. Selanjutnya akan membuang banyak enzim pencernaan dari lisosom masuk kedalam gelembung. Jadi gelembung fagositik ini akan berubah menjadi gelembung pencernaan sehingga dimulailah proses pencernaan partikel yang telah terfagositosis. Neutrofil dan makrofag banyak mengandung lisosom yang berisi enzim proteolitik untuk mencernakan bakteri dan bahan-bahan protein asing lain. Bila enzim lisosomal gagal membunuh kuman maka agen bacterisid yang akan membunuh kuman atau bakteri tersebut.  </p>
<p>Bila antigen terlalu besar atau terlalu banyak terdapat antigen disekitar sel maka fagositosis oleh makrofag diaktifkan karena makrofag mempunyai kemampuan untuk memfagositosis jaringan nekrotik dan bahkan sel neutrofil yang sudah mati sewaktu menderita infeksi kronis atau peradangan. Makrofag akan menelan dan membunuh kuman melalui proses yang sama seperti neutrofil. </p>
<p>Sistem imun non spesifik Natural killer cell (NKC) akan ikut diaktifkan pada proses peradangan, dimana NKC akan bermigrasi ke tempat proses peradangan. NKC adalah sel pembunuh alamiah yang merupakan limfosit besar dan disebut juga dengan limfosit non-T dan limfosit non-B. Sel ini membunuh virus dan memiliki reseptor Fc yang memungkinkan membunuh virus berselubung antibody serta dapat menghancurkan sel yang telah mengalami transformasi maligna tanpa membutuhkan sensitisasi terlebih dahulu dan tanpa melibatkan antigen histokompatibel utama.        </p>
<br />Posted in Fisiologi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifwr.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifwr.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifwr.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifwr.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifwr.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifwr.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifwr.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifwr.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifwr.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifwr.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifwr.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifwr.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifwr.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifwr.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=133&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/respon-imun-non-spesifik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be9429413663083fd665d7f2d28d34cf?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifwr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lidah dan Pengecapan</title>
		<link>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/lidah-dan-pengecapan/</link>
		<comments>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/lidah-dan-pengecapan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 22:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifwr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifwr.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Dede Lidah mempunyai hubungan yang sangat erat daengan indera khusus pengecap. Fungsi indera pengecap adalah untuk merasakan arti makanan yang enak atau tidak enak dan sebagai alat reflek. Dengan adanya rasa asin, asam, manis dan pahit maka getah cerna akan keluar. Senyawa pahit dikecap pada dorsum lingua, senyawa asam dikecap pada sepanjang tepi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=131&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Dede</p>
<p>Lidah mempunyai hubungan yang sangat erat daengan indera khusus pengecap. Fungsi indera pengecap adalah untuk merasakan arti makanan yang enak atau tidak enak dan sebagai alat reflek. Dengan adanya rasa asin, asam, manis dan pahit maka getah cerna akan keluar. Senyawa pahit dikecap pada dorsum lingua, senyawa asam dikecap pada sepanjang tepi lidah, manis dikecap pada ujung lidah dan asin dikecap pada lingua anterior. </p>
<p>Gambar 1. Penampang Lidah</p>
<p>Lidah memiliki pelayanan persarafan yang majemuk. Otot-otot lidah mendapat persarafan dari urat saraf hipoglosus (saraf otak ke-12). Daya perasaannya dibagi menjadi perasaan umum yang menyangkut taktil perasa seperti membedakan ukuran, bentuk, susunan, kepadatan, suhu dan sebagainya dan pengecap khusus.</p>
<p>Gambar 2. Papila Pengecap</p>
<p> Impuls perasaan umum bergerak mulai dari bagian anterior lidah dalam serabut saraf lingual yang merupakan sebuah cabang urat saraf cranial kelima. Sementara impuls saraf pengecap bergerak dalam khorda timpani bersama saraf lingual kemudian bersatu dengan saraf cranial ketujuh yaitu nervus saraf fasialis. Saraf cranial ke-9, saraf glossofaringeal membawa baik impuls perasaan umum maupun impuls perasaan khusus dari sepertiga posterior lidah. Dengan demikian indera pengecapan lidah dilayani oleh saraf cranial kelima, ketujuh, dan kesembilan. Sementara gerakan-gerakannya dipersarafi oleh saraf cranial kedua belas.           </p>
<br />Posted in Fisiologi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifwr.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifwr.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifwr.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifwr.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifwr.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifwr.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifwr.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifwr.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifwr.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifwr.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifwr.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifwr.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifwr.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifwr.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=131&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/lidah-dan-pengecapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be9429413663083fd665d7f2d28d34cf?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifwr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seleksi Impuls Saraf</title>
		<link>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/seleksi-impuls-saraf/</link>
		<comments>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/seleksi-impuls-saraf/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 22:38:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifwr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/seleksi-impuls-saraf/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Oded Maman Sebuah serabut saraf berkemampuan memberikan reaksi atas rangsangan dari sumber luar seperti rangsangan mekanik, eiektrik, kimiawi, atau fisik menimbulkan impuls saraf yang dihantarkan melalui serabut saraf. Sebuah impuls saraf selalu dihantarkan melalui dendrit ke sel, lantas dari sel ke axon. Dengan cara yang sama, sebuah Impuls dapat juga melintasi sejumlah neuron. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=129&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Oded Maman</p>
<p>Sebuah serabut saraf  berkemampuan memberikan reaksi  atas rangsangan dari sumber luar seperti rangsangan mekanik, eiektrik, kimiawi, atau fisik menimbulkan impuls saraf yang dihantarkan melalui serabut saraf. Sebuah impuls saraf selalu dihantarkan melalui dendrit ke sel, lantas dari sel ke axon. Dengan cara yang sama, sebuah Impuls  dapat juga melintasi sejumlah neuron.</p>
<p> Impuls saraf dalam susunan saraf pusat diantarkan melalui daerah sinaps dalam satu arah tertentu yang ditentukan oleh pemadatan susunan membran dan adanya gelembung sinaptik pada elemen presinaptik. Peranan sinaps dalam mengolah informasi adalah sebagai tempat hubungan satu neuron dengan neuron berikutnya untuk mengatur penghantaran isyarat dan menentukan arah penyebaran isyarat saraf di dalam sistem saraf, sehingga sinaps melakukan tindakan yang selektif terhadap isyarat saraf. Isyarat saraf yang lemah oleh sinaps dihambat sedangkan isyarat saraf yang kuat diteruskan. Kemudian isyarat kuat itu disalurkan ke satu arah saja.</p>
<p>Gambar 1. Neuron</p>
<p>Penyimpanan informasi merupakan proses daya ingat dan fungsi sinaps, yaitu setiap kali suatu saraf sensoris tertentu melalui serangkaian sinaps. Sinaps yang bersangkutan menghantarkan isyarat yang sama pada kesempatan berikutnya. Proses ini disebut fasilitasi. Bila isyarat sensoris tersebut melalui sinaps-sinops berulang-ulang ia akan menjadi demikian terfasiiitasi sehingga isyarat dari pusat pengatur di otak menyebabkan hantaran impuls melalui rangkaian sinaps yang sama. </p>
<p>Peranan fungsi sinaps untuk penghantaran dan modulasi impuls merupakan dasar bagi sejumlah peristiwa yang dapat mempengaruhi impuls-impuls yang melaluinya. Pada keadaan fisiologik, setiap sinaps mengalami fluktuasi pada suatu saat tertentu. Misalnya beberapa sinaps dapat dilalui Impuls -impuls sedangkan pada saat yang sama tidak dapat melintasi sinaps. Pada setiap sinaps terjadi penghambatan Impuls -Impuls  saraf, menjalar dari satu bagian ke bagian susunan saraf pusat lain yang bergantung pada jumlah sinaps dalam perjalanan tersebut.</p>
<p>Gambar 2. Sinaps</p>
<br />Posted in Fisiologi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifwr.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifwr.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifwr.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifwr.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifwr.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifwr.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifwr.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifwr.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifwr.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifwr.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifwr.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifwr.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifwr.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifwr.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=129&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/seleksi-impuls-saraf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be9429413663083fd665d7f2d28d34cf?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifwr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TBC Paru</title>
		<link>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/tbc-paru/</link>
		<comments>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/tbc-paru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 21:50:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifwr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Patofisiologi]]></category>
		<category><![CDATA[tbc]]></category>
		<category><![CDATA[paru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifwr.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Utis Sutisna dan Trimar Handayani A . PENGERTIAN Tuberculosis (TB) adalah penyakit akibat kuman mycobakterium tuberkulosis sistemis sehingga dapat mengenai semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer (Arif Mansyur, 2000) Tuberculosis (TB) adalah penyakit infeksius yang terutama menyerang parenkin paru. Tuberculosis dapat juga ditularkan ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=125&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Utis Sutisna dan Trimar Handayani</p>
<p>A . PENGERTIAN</strong></p>
<p>Tuberculosis (TB) adalah penyakit akibat kuman mycobakterium tuberkulosis sistemis sehingga dapat mengenai semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer (Arif Mansyur, 2000)</p>
<p>Tuberculosis (TB) adalah penyakit infeksius yang terutama menyerang parenkin paru. Tuberculosis dapat juga ditularkan ke bagian tubuh lainnya, terutama meninges, ginjal, tulang, dan nodus limfe (Brunner dan Suddat, 2003: hal 584).</p>
<p>Tuberculosis merupakan penyakit infeksi saluran napas bagian bawah yang menyerang jaringan paru atau atau parinkin paru oleh basil mycobakterium tuberkulosis, dapat mengenai hampir semua organ tubuh (meninges, ginjal, tulang, dan nodus limfe, dll)dengan lokasi terbanyak diparu, yang biasanya merupakan lokasi primer.</p>
<p><strong>B. ETIOLOGI</strong></p>
<p>Agens infeksius utama, mycobakterium tuberkulosis adalah batang aerobik tahan asam yang tumbuh dengan lambat dan sensitif terhadap panas dan sinar ultra violet, dengan ukuran panjang 1-4 /um dan tebal 0,3 &#8211; 0,6/um. Yang tergolong kuman  mycobakterium tuberkulosis complex adalah:<br />
1.	Mycobakterium tuberkulosis<br />
2.	Varian asian<br />
3.	Varian african I<br />
4.	Varian asfrican II<br />
5.	Mycobakterium bovis</p>
<p>Kelompok kuman mycobakterium tuberkulosis dan mycobakterial othetan Tb (mott, atipyeal) adalah :<br />
1.	Mycobacterium cansasli<br />
2.	Mycobacterium avium<br />
3.	Mycobacterium intra celulase<br />
4.	Mycobacterium scrofulaceum<br />
5.	Mycobacterium malma cerse<br />
6.	Mycobacterium xenopi</p>
<p><strong>C. Penularan dan faktor-faktor resiko :</strong></p>
<p>	Tubercolosis ditularkan dari orang ke orang oleh transmisi melalui udara. Individu terinsfeksimelalui berbicara, batuk, bersin, tertawa atau bernyanyi, melepaskan droplet besar ( lebih besar dari 100u ) dan kecil ( 1 sampai 5 u ). Droplet yang besar menetap, sementara droplet yang kecil tertahan diudara dan tertiup oleh individu yang rentan. Individu yang beresiko tinggi untuk tertular tuberculosis adalah :<br />
-	Mereka yang kontak dekat dengan seseorang yang mempunyai TB aktif<br />
-	Individu imunosupresif ( Termasuk lansia, pasien dengan kanker, mereka yang dalam terapi kortikosteroid atau mereka yang terinfeksi dengan HIV )<br />
-	Pengguna obat-obatan IV dan alkoholik<br />
-	Setiap individu tanpa perawatan kesehatan yang adekuat ( tunawisma,tahanan, etnik dan ras minoritas terutama anak-anak dibawah usia 15 tahun atau dewasa muda antara yang berusia 15-44 tahun )<br />
-	Setiap individu dengan gangguan medis yang sudah ada sebelumnya ( misalny diabetes, gagal ginjal kronis, silikosis, penyimpangan gizi, bypass gasterektomi yeyunoileal )<br />
-	Imigran dari negara dengan insiden TB yang tinggi ( Asia tenggara, Afrika, Amerika latin, karibia )<br />
-	Setiap individu yang tinggal di institusi ( misalnya fasilitas perawatan jangka panjang, institusi psikiatrik, penjara )<br />
-	Indivudi yang tinggal didaerah perumahan substandart kumuh<br />
-	Petugas kesehatan  </p>
<p><strong>D. Klasifikasi tuberculosis :</strong></p>
<p>1.	Dari sistem lama diketahui beberapa klasifikasi seperti :</p>
<p>a.	Pembagian secara patologis :<br />
	-	Tuberculosis primer ( Child hood tuberculosis )<br />
	-	Tuberculosis post primer ( Adult tuberculosis )<br />
b.	Pembagian secara aktifitas radiologis :<br />
	-	Tuberculosis paru ( Koch pulmonal ) aktif, non aktif dan quiesent ( batuk aktif yang mulai sembuh )<br />
c.	Pembagian secara radiologis ( Luas lesi )<br />
	-	Tuberculosis minimal<br />
		Terdapat sebagian kecil infiltrat non kapitas pada satu paru maupun kedua paru, tapi jumlahnya tidak melebihi satu lobus paru.<br />
	-	Moderateli advanced tuberculosis<br />
		Ada kapitas dengan diameter tidak lebih dari 4 cm. Jumlah infiltrat bayangan halus tidak lebih dari satu bagian paru. Bila bayangannya kasar tidak lebih dari satu pertiga bagian satu paru.<br />
	-	For advanced tuberculosis<br />
		Terdapat infiltrat dan kapitas yang melebihi keadaan pada moderateli advanced tuberculosis.</p>
<p>2.	Berdasarkan aspek kesehatan masyarakat pada tahun 1974 American Thorasic Society memberikan klasifikasi baru:</p>
<p>a.	Karegori O : tidak pernah terpajan dan tidak terinfeksi, riwayat kontak tidak pernah, tes tuberculin negatif.<br />
b.	Kategori I : Terpajan tuberculosis tetapi tidak tebukti adanya infeksi, disini riwayat kontak positif, tes tuberkulin negatif.<br />
c.	Kategori II : Terinfeksi tuberculosis tapi tidak sakit<br />
d.	Kategori III : terinfeksi tuberculosis dan sakit.</p>
<p>3.	Klasifikasi yang sering dipakai di Indonesia adalah berdasarkan kelainan klinis, radiolis dan mikrobiologis.</p>
<p>a.	Tubercolosis paru<br />
b.	Bekas tuberculosis paru<br />
c.	Tuberculosis paru tersangka<br />
	-	Tuberculosis paru yang terobati. Disini sputum BTA ( negatif ) tetapi tanda-tanda lain positif .<br />
	-	Tuberculosis paru tersangka yang tidak diobati.Disini sputum negatif dan tanda-tanda lain juga meragukan.</p>
<p>4.	Berdasarkan terapi WHO membagi tuberculosis menjadi 4 kategori :</p>
<p>a.	Kategori I : ditujukan terhadap kasus baru dengan sputum positif dan kasus baru dengan batuk TB berat.<br />
b.	Kategori II : ditujukan terhadap kasus kambuh dan kasus gagal dengan sputum BTA positf<br />
c.	Kategori III : ditujukan terhadap kasus BTA negatif dengan kelainan paru yang tidak luas dan kasus TB ekstra paru selain dari yang disebut dalam kategori I.<br />
d.	Kategori IV : ditujukan terhadap TB kronik.</p>
<p><strong>E. MANIFESTASI KLINIS</strong></p>
<p>Gejala utama TB paru adalah batuk lebih dari 4 minggu, dengan atau tanpa sputum, malaise, gejala flu, demam derajat rendah, anorexia, berkeringat malam hari, nyeri dada, anemia dan batuk darah. Pasien dengan TB paru menampakkan gejala klinis antara lain tahap asimptomatis, gejala TB paru yang khas, kemudian stagnasi dan regresi, eksaserbasi yang memburuk, gejala yang berulang dan menjadi kronik. Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan tanda-tanda antara lain tanda-tanda infiltrat ( redup, ronkhi basa, bronkhial dll ), tanda-tanda penarikan paru dan mediastinum, secret disaluran nafas dan ronkhi, suara nafas amforik karena adanya kafitas yang berhubungan langsung dengan bronkus.</p>
<p><strong>F. KOMPLIKASI</strong></p>
<p>1.	TBC tulang<br />
2.	Potts disease : rusaknya tulang belakang<br />
3.	Distroyed lung ( Pulmonary distruction )<br />
4.	Effusi pleura<br />
5.	TBC milier<br />
6.	Meningitis TBC</p>
<p><strong>G. PATOFISIOLOGI </strong></p>
<p>Penularan tuberculosis paru terjadi karena kuman dibersinkan atau dibatukkan keluar menjadi droplet nuclei dalam udara. Partikel infeksi ini dapat menetap dalam udara bebas selama 1-2 jam, tergantung pada ada tidaknya sinar ultraviolet, ventilasi yang buruk dan kelembaban. Dalam suasana lembab dan gelap kuman dapat tahan selama berhari-hari sampai berbulan-bulan. Bila partikel infeksi ini terhisap oleh orang sehat akan menempel pada jalan nafas atau paru-paru. Partikel dapat masuk ke alveolar bila ukurannya kurang dari 5 mikromilimeter. </p>
<p>Tuberculosis adalah penyakit yang dikendalikan oleh respon imunitas perantara sel. Sel efektornya adalah makrofag sedangkan limfosit ( biasanya sel T ) adalah imunoresponsifnya. Tipe imunitas seperti ini basanya lokal, melibatkan makrofag yang diaktifkan ditempat infeksi oleh limposit dan limfokinnya. Raspon ini desebut sebagai reaksi hipersensitifitas (lambat). </p>
<p>Basil tuberkel yang mencapai permukaan alveolus biasanya diinhalasi sebagai unit yang terdiri dari 1-3 basil. Gumpalan basil yang besar cendrung tertahan dihidung dan cabang bronkus dan tidak menyebabkan penyakit ( Dannenberg 1981 ). Setelah berada diruang alveolus biasanya dibagian bawah lobus atas paru-paru atau dibagian atas lobus bawah, basil tuberkel ini membangkitkan reaksi peradangan. Leukosit polimorfonuklear tampak didaerah tersebut dan memfagosit bakteria namun tidak membunuh organisme ini. Sesudah hari-hari pertama leukosit akan digantikan oleh makrofag . Alveoli yang terserang akan mengalami konsolidasi dan timbul geja pneumonia akut. Pneumonia seluler akan sembuh dengan sendirinya, sehingga tidak ada sisa atau proses akan berjalan terus dan bakteri akan terus difagosit atau berkembang biak didalam sel. Basil juga menyebar melalui getah bening menuju kelenjar getah bening regional. Makrofag yang mengadakan infiltrasi menjadi lebih panjang dan sebagian bersatu sehingga membentuk sel tuberkel epiteloid yang dikelilingi oleh limposit. Reaksi ini butuh waktu 10-20 hari.</p>
<p>Nekrosis pada bagian sentral menimbulkan gambangan seperti keju yang biasa disebut nekrosis kaseosa. Daerah yang terjadi nekrosis kaseosa dan jaringan granulasi disekitarnya yang terdiri dari sel epiteloid dan fibroblast menimbulkan respon yang berbeda.Jaringan granulasi menjadi lebih fibrosa membentuk jaringan parut yang akhirnya akan membentuk suatu kapsul yang mengelilingi tuberkel.</p>
<p>Lesi primer paru dinamakn fokus ghon dan gabungan terserangnya kelenjar getah bening regional dan lesi primer dinamakan kompleks ghon. Respon lain yang dapat terjadi didaerah nekrosis adalah pencairan dimana bahan cair lepas kedalam bronkus dan menimbulkan kavitas. Materi tuberkel yang dilepaskan dari dinding kavitas akan masuk kedalan percabangan trakeobronkhial. Proses ini dapat terulang lagi kebagian paru lain atau terbawa kebagian laring, telinga tengah atau usus.</p>
<p>Kavitas yang kecil dapat menutup sekalipun tanpa pengobatan dan meninggalkan jaringan parut fibrosa. Bila peradangan mereda lumen brokus dapat menyempit dan tertutup oleh jaringan parut yang terdapt dekat dengan perbatasan bronkus rongga. Bahan perkejuan dapat mengental sehingga tidak dapat mengalir melalui saluran penghubung sehingga kavitas penuh dengan bahan perkejuan dan lesi mirip dengan lesi kapsul yang terlepas. Keadaan ini dapat dengan tanpa gejala dalam waktu lama atau membentuk lagi hubungan dengan brokus sehingge menjadi peradangan aktif.</p>
<p>Penyakit dapat menyebar melalui getah bening atau pembuluh darah. Organisme yang lolos dari kelenjar getah bening akan mencapai aliran darah dalam jumlah kecil, kadang dapat menimbulkan lesi pada oragan lain. Jenis penyeban ini disebut limfohematogen yang biasabya sembuh sendiri. Penyebaran hematogen biasanya merupakan fenomena akut yang dapat menyebabkan tuberkulosis milier.Ini terjadi apabila fokus nekrotik merusak pembuluh darah sehingga banyak organisme yang masuk kedalam sistem vaskuler dan tersebar keorgan-organ lainnya.</p>
<p><strong>H. ANALISIS DAMPAK TBC PARU TERHADAP KDM</strong></p>
<p>Untuk mengetahui analisis dampak TBC Paru terhadap KDM dalam bentuk diagram alur dapat dilihat disini.</p>
<p><strong><br />
DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p>1.	Mansjoer, A. 2000. Kapita selekta kedokteran. Edisi II. Jakarta : Media Aesculapius FKUI.</p>
<p>2.	Guyton &amp; Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11.Jakarta : EGC.</p>
<p>3.	Smeltzer, S.C &amp; Bare,B.G.2003. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &amp; Suddart. Edisi 8. Jakarta: EGC.</p>
<p>4.	Tjokronegoro,A &amp; Utama, H.2004. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi III. Jakarta : EGC. </p>
<br />Posted in Patofisiologi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifwr.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifwr.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifwr.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifwr.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifwr.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifwr.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifwr.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifwr.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifwr.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifwr.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifwr.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifwr.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifwr.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifwr.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=125&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/09/tbc-paru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be9429413663083fd665d7f2d28d34cf?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifwr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salam Buat Semua !!</title>
		<link>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/08/salam-buat-semua/</link>
		<comments>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/08/salam-buat-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 08:05:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifwr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifwr.wordpress.com/2009/06/08/salam-buat-semua/</guid>
		<description><![CDATA[Blog ini merupakan media untuk berbagi ilmu pengetahuan buat siapapun yang membutuhkan, terutama buat Civitas Akademika Simkes UGM, STIKes Cirebon, Akper Dharma Husada Cirebon, Poltekes Bhakti Pertiwi Husada Cirebon dan STIKes Bhakti Indonesia Kuningan serta rekan-rekan sejawat di RSUD Gunung Jati Cirebon. Semoga bermanfaat !! Posted in Uncategorized<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=92&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Blog ini merupakan media untuk berbagi ilmu pengetahuan buat siapapun yang membutuhkan, terutama buat Civitas Akademika Simkes UGM, STIKes Cirebon, Akper Dharma Husada Cirebon, Poltekes Bhakti Pertiwi Husada Cirebon dan STIKes Bhakti Indonesia Kuningan serta rekan-rekan sejawat di RSUD Gunung Jati Cirebon.</p>
<p>Semoga bermanfaat !!</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifwr.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifwr.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifwr.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifwr.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifwr.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifwr.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifwr.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifwr.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifwr.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifwr.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifwr.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifwr.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifwr.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifwr.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifwr.wordpress.com&amp;blog=5514779&amp;post=92&amp;subd=arifwr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifwr.wordpress.com/2009/06/08/salam-buat-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be9429413663083fd665d7f2d28d34cf?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifwr</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
